Menjadi seorang santri adalah pilihan mulia. Tidak hanya menuntut ilmu agama, tetapi juga membangun disiplin diri, akhlak, dan kemandirian. Bagi calon santri baru, masa persiapan adalah tahap penting agar siap menjalani kehidupan pondok yang penuh manfaat dan keberkahan. Berikut beberapa hal yang bisa dipersiapkan sebelum masuk pesantren:
1. Niat yang Lurus
Hal pertama dan terpenting adalah menguatkan niat. Menimba ilmu di pondok bukan sekadar pindah tempat belajar, tetapi juga sebagai upaya mendekat kepada Allah. Niat yang ikhlas akan memudahkan langkah dan menguatkan hati saat menghadapi tantangan.
2. Mempersiapkan Mental dan Kemandirian
Lingkungan pesantren mengajarkan hidup sederhana dan mandiri. Calon santri perlu mempersiapkan diri untuk:
- Mengatur waktu sendiri
- Mencuci dan menjaga barang pribadi
- Tinggal jauh dari orang tua
Kemandirian akan tumbuh seiring waktu, namun kesiapan sejak awal sangat membantu.
3. Membawa Perlengkapan yang Diperlukan
Biasanya, pesantren memberikan daftar perlengkapan wajib. Umumnya termasuk:
- Mukena / sarung, peci, dan sajadah
- Al-Qur’an dan buku catatan
- Alat mandi dan cuci
- Seragam dan pakaian seperlunya
- Lemari kecil atau tas penyimpanan
Bawalah barang secukupnya, tidak perlu berlebihan.
4. Persiapan Ilmu Dasar
Meski setiap santri akan mulai dari kelas sesuai kemampuan, ada baiknya mempelajari atau mengulang:
- Cara membaca Al-Qur’an (makhraj dan tajwid dasar)
- Doa-doa harian
- Dasar tata bahasa Arab (jika mampu)
Ini akan mempermudah proses adaptasi.
5. Meminta Restu Orang Tua
Doa dan ridha orang tua adalah kunci keberkahan ilmu. Luangkan waktu untuk meminta restu sebelum berangkat. Ucapan sederhana penuh ketulusan dapat menjadi kekuatan sepanjang menjadi santri.

