Memutuskan untuk memasukkan anak ke pesantren adalah langkah besar yang penuh keberkahan. Namun, proses ini membutuhkan persiapan yang matang, baik dari sisi mental, perlengkapan, hingga dukungan emosional. Persiapan yang baik akan membantu anak lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan pesantren yang baru.
Berikut adalah panduan lengkap yang dapat menjadi pegangan orangtua dan calon santri:
1. Menguatkan Niat dan Motivasi
Sebelum berangkat, sangat penting untuk menanamkan niat yang lurus: menuntut ilmu karena Allah.
Motivasi yang kuat akan membantu anak:
- Bertahan ketika rindu rumah
- Tidak mudah menyerah
- Fokus dalam belajar dan ibadah
Ajak anak bicara dari hati ke hati agar ia memahami tujuan mondok.
2. Persiapkan Mental dan Kemandirian
Kehidupan di pesantren akan berbeda dengan di rumah. Anak perlu belajar untuk:
- Merapikan tempat tidur sendiri
- Mencuci pakaian sendiri
- Mengatur jadwal ibadah dan belajar
- Berinteraksi dengan teman baru
Mulailah membiasakan hal-hal kecil ini sebelum masuk pesantren.
3. Mengenalkan Gambaran Kehidupan Pesantren
Orangtua dapat bercerita atau memperlihatkan video / foto suasana pondok agar anak tidak kaget.
Ceritakan hal-hal seperti:
- Waktu harian di pesantren (bangun, belajar, ibadah, istirahat)
- Kehidupan asrama
- Cara santri saling membantu
Ini membantu anak membentuk bayangan positif dan siap beradaptasi.
4. Persiapan Perlengkapan Wajib
Setiap pesantren biasanya memberikan daftar perlengkapan. Secara umum, bawalah:
Perlengkapan Ibadah
- Al-Qur’an
- Sajadah
- Sarung / mukena
- Peci / jilbab
Perlengkapan Pribadi
- Pakaian seperlunya
- Sabun, sikat gigi, handuk
- Gunting kuku, parfum secukupnya
Perlengkapan Asrama
- Ember kecil
- Hanger
- Sapu tangan
- Tas atau box kecil untuk penyimpanan
Catatan: Bawa secukupnya, jangan terlalu banyak agar tidak merepotkan.
5. Persiapan Ilmu Dasar
Tidak harus sudah sangat pintar, namun beberapa bekal dasar sangat membantu:
- Bisa membaca Al-Qur’an meski masih belajar
- Hafal doa-doa harian
- Sedikit mengenal huruf Arab
Kalau belum bisa, tidak apa-apa, karena semua akan diajarkan di pesantren.
6. Peran Orangtua: Beri Dukungan, Bukan Tekanan
Anak memerlukan dukungan emosional, bukan sekedar perintah.
Orangtua bisa:
- Menyampaikan bahwa mondok adalah pilihan baik
- Meyakinkan bahwa orangtua selalu mendoakan
- Tidak menakut-nakuti (“nanti dihukum lho” – hindari kalimat ini)
Dengan dukungan yang hangat, anak akan merasa lebih percaya diri.
7. Meminta Restu dan Banyak Berdoa
Sebelum berangkat, minta restu orangtua dan guru adalah amalan penuh keberkahan.
Orangtua juga dapat membaca:
- Doa agar anak diberi kemudahan
- Doa agar ilmu anak menjadi manfaat
Keberhasilan seorang santri tidak hanya tergantung usaha, tetapi juga doa dan ridha orangtua.

