Menyekolahkan anak di pondok pesantren adalah keputusan besar yang penuh pertimbangan. Banyak orang tua memilih pesantren untuk membentuk karakter, memperdalam agama, dan menumbuhkan kemandirian pada anak. Namun seperti bentuk pendidikan lainnya, pesantren juga memiliki kelebihan dan tantangan yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.
Berikut penjelasannya:
✅ Kelebihan Menyekolahkan Anak di Pesantren
1. Pembentukan Akhlak dan Karakter
Pesantren sangat menekankan adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Anak diajarkan:
- Sopan santun kepada guru dan orang tua
- Disiplin ibadah
- Berperilaku baik terhadap sesama
Nilai moral ini menjadi fondasi penting dalam kehidupan kelak.
2. Lingkungan yang Terjaga
Hidup di pesantren menjauhkan anak dari:
- Pergaulan bebas
- Konten negatif media sosial
- Kebiasaan konsumtif dan gaya hidup berlebihan
Lingkungan yang baik sangat membantu pembentukan kepribadian yang sehat.
3. Membantu Melatih Kemandirian
Anak belajar mengurus:
- Pakaian dan kebersihan diri
- Jadwal belajar dan ibadah
- Cara beradaptasi dengan komunitas baru
Kemandirian ini menjadi bekal berharga saat dewasa.
4. Pembelajaran Agama yang Lebih Mendalam
Anak belajar:
- Membaca dan memahami Al-Qur’an
- Hafalan (tahfidz) sesuai program pesantren
- Ilmu fikih, hadits, dan bahasa Arab
- Pembiasaan ibadah sunnah
Ini menjadi modal spiritual yang kuat hingga dewasa.
5. Lingkungan Pertemanan yang Positif
Teman sebaya di pesantren memiliki tujuan yang sama yaitu menuntut ilmu.
Kebersamaan ini membentuk persaudaraan yang kuat dan saling mendukung dalam kebaikan.
⚠️ Kekurangan / Tantangan yang Perlu Dipahami
1. Rindu Rumah (Homesick)
Anak akan tinggal jauh dari orang tua.
Pada awalnya, ini bisa menimbulkan:
- Rindu rumah
- Sering ingin pulang
- Butuh adaptasi waktu
Dukungan orang tua sangat berpengaruh dalam proses ini.
2. Jadwal yang Padat
Kegiatan santri biasanya terjadwal dari pagi hingga malam.
Hal ini bisa membuat:
- Anak perlu beradaptasi dengan kedisiplinan tinggi
- Waktu istirahat terkadang lebih sedikit dibanding sekolah biasa
Namun ini melatih anak terbiasa mengatur waktu.
3. Keterbatasan Akses Teknologi
Banyak pesantren membatasi gadget untuk menjaga fokus belajar.
Beberapa anak mungkin:
- Merasa kehilangan hiburan
- Perlu waktu untuk membiasakan diri
Namun di sisi lain, hal ini justru mencegah dampak negatif penggunaan teknologi berlebih.
4. Tidak Semua Pesantren Sama
Setiap pesantren punya:
- Sistem aturan berbeda
- Kualitas pengajar bervariasi
- Fasilitas yang tidak selalu merata
Karena itu orang tua perlu survey dan menyesuaikan dengan kebutuhan anak.

