Identitas Santri Al-Furqon Muhammadiyah Boarding School (MBS) Cibiuk Garut

Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Boarding School (MBS) Cibiuk dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengutamakan pengembangan ilmu agama, karakter, dan adab santri. Identitas santri di pesantren ini menjadi salah satu hal penting yang membedakan mereka dari lingkungan luar, sekaligus membentuk karakter Islami yang kuat sejak dini. Berikut uraian lengkapnya:

1. Pakaian dan Seragam Santri

Identitas santri secara fisik pertama kali terlihat dari seragam dan tata cara berpakaian yang khas:

  • Seragam harian & Sholat: Biasanya berupa baju koko atau gamis, terkhusus laki-laki buat pakaiannya dimasukan kedalam celana/sarung supaya rapi dan elegan
  • Peci: Menjadi simbol kesan religius dan kesopanan.
  • Warna dan atribut: Seragam memiliki ciri khas warna tertentu yang membedakan dengan sekolah pada umumnya, serta menunjukkan tingkat pendidikan atau jenjang kelas.
  • Kerapian: Santri dibiasakan rapi, bersih, dan sopan dalam berpakaian sebagai bagian dari adab Islami.

2. Bahasa dan Etika Santri

Santri di Al-Furqon MBS Cibiuk memiliki ciri khas dalam berkomunikasi:

  • Bahasa sopan: Menggunakan bahasa yang santun saat berbicara dengan guru, pengasuh, maupun teman.
  • Budi pekerti tinggi: Selalu mengedepankan kesopanan, mengucapkan salam, dan menghormati orang lain.
  • Komunikasi dilingkungan pesantren: Santri menggunakan bahasa asing yaitu Arab dan Inggris disetiap komunikasi dengan sesama temannya.

3. Aktivitas dan Rutinitas

Identitas santri juga terlihat dari pola hidup sehari-hari:

  • Kedisiplinan waktu: Mengikuti jadwal harian yang ketat, mulai dari bangun tidur, shalat subuh berjamaah, belajar, hingga istirahat.
  • Belajar ilmu agama: Mulai dari Al-Qur’an, hadits, fiqh, hingga kitab klasik sesuai jenjang pendidikan.
  • Kegiatan tambahan: Mengikuti pengajian, olahraga, kebersihan, serta kegiatan sosial yang membentuk karakter kepemimpinan dan kerjasama.

4. Adab dan Akhlak

Santri di Al-Furqon MBS Cibiuk memiliki ciri khas akhlak Islami yang menjadi bagian dari identitas mereka:

  • Hormati guru dan senior: Selalu mendengarkan dan mematuhi arahan pengasuh.
  • Santun terhadap teman: Menjaga hubungan baik, menghindari gosip, dan menolong sesama santri.
  • Disiplin dan bertanggung jawab: Menyelesaikan tugas dan kewajiban tepat waktu, menjaga kebersihan asrama, dan menjaga fasilitas pesantren.

5. Kegiatan Keagamaan

Kehidupan keagamaan menjadi identitas utama santri:

  • Shalat berjamaah: Melaksanakan lima waktu shalat berjamaah di masjid.
  • Mengaji dan tahsin Al-Qur’an: Rutin membaca, menghafal, dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an.
  • Doa dan dzikir harian: Membiasakan dzikir pagi, sore, dan doa bersama sebagai bentuk kedekatan dengan Allah.
  • Kajian kitab kuning: Memahami Fiqh, Tafsir, Ilmu Alat (Nahwu & Shorof), Hadits dan Akhlak melalui kitab klasik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *