1. Jenis Pesantren dan Kurikulumnya
Sebelum memutuskan, orang tua harus memahami jenis pesantren yang akan dipilih, karena tiap pesantren punya fokus yang berbeda:
- Pesantren Salaf (tradisional): Lebih menekankan pada pengajaran kitab klasik, hafalan Al-Qur’an, fiqh, dan akidah. Metode pengajarannya biasanya sangat disiplin dan berorientasi pada pembentukan karakter.
- Pesantren Modern: Menggabungkan pendidikan agama dan umum, seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Biasanya ada kurikulum nasional, bahkan beberapa pesantren internasional.
- Kombinasi (Salaf-Modern): Anak mendapatkan pendidikan agama mendalam sekaligus keterampilan akademik. Cocok untuk orang tua yang ingin anaknya tidak hanya religius tapi juga kompetitif di dunia akademik.
Tips: Tanyakan kurikulum, jadwal harian, dan kemampuan guru dalam mengajar anak usia tertentu.
2. Kesiapan Mental dan Emosional Anak
Mengirim anak ke pesantren bukan sekadar fisik, tapi juga mental. Anak akan menghadapi kehidupan jauh dari keluarga, teman lama, dan kebiasaan sehari-hari. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Kemandirian: Anak harus mampu mengurus diri sendiri seperti mandi, mencuci pakaian, merapikan tempat tidur.
- Disiplin: Pesantren menekankan jadwal ketat mulai subuh hingga malam. Anak harus siap mengikuti aturan tanpa pengawasan orang tua.
- Kemampuan Sosial: Anak akan berinteraksi dengan teman sebaya dan guru, terkadang dengan latar belakang berbeda. Kemampuan bersosialisasi penting agar tidak mudah stres.
- Kesiapan Mental: Beberapa anak mungkin merasa homesick, jadi penting untuk menyiapkan mental mereka dan tetap berkomunikasi secara rutin.
3. Fasilitas Pesantren
Fasilitas menentukan kenyamanan belajar dan tinggal anak. Beberapa poin yang harus dicek:
- Asrama dan Kamar: Bersih, aman, dan cukup ruang untuk anak.
- Makanan: Periksa menu makanannya apakah seimbang, higienis, dan cocok untuk anak.
- Kesehatan: Tersedianya klinik atau pos kesehatan di pesantren. Kebijakan terkait sakit dan obat-obatan juga penting diketahui.
- Fasilitas Belajar: Ruang kelas nyaman, perpustakaan, laboratorium (untuk pesantren modern).
- Kegiatan Ekstrakurikuler: Olahraga, seni, dakwah, atau kegiatan sosial agar anak tetap aktif dan kreatif.
4. Sistem Pengawasan dan Disiplin
Disiplin adalah bagian inti dari pendidikan pesantren. Orang tua harus memahami:
- Aturan Harian: Jam bangun, belajar, ibadah, istirahat, hingga tidur.
- Sanksi: Bagaimana pesantren menangani pelanggaran aturan, apakah bersifat mendidik atau hukuman keras.
- Kebijakan Komunikasi: Kapan dan bagaimana anak boleh berkomunikasi dengan keluarga. Beberapa pesantren membatasi telepon atau gadget agar anak fokus belajar.
5. Biaya dan Komitmen Finansial
Biaya pesantren bervariasi, tergantung fasilitas, kurikulum, dan durasi pendidikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Biaya Pendaftaran dan Pendidikan: Pastikan transparan, tidak ada biaya tersembunyi.
- Biaya Tambahan: Kegiatan ekstrakurikuler, seragam, buku, atau perjalanan ibadah.
- Komitmen Jangka Panjang: Beberapa pesantren meminta kontrak pendidikan tahunan atau beberapa tahun, jadi pastikan kesiapan finansial.
6. Komunikasi antara Orang Tua dan Pesantren
Komunikasi efektif sangat penting agar anak tetap terpantau:
- Laporan Berkala: Beberapa pesantren memberikan laporan akademik dan akhlak anak.
- Pertemuan Orang Tua: Tersedia kesempatan untuk berkonsultasi dengan pengasuh atau guru.
- Platform Digital: Pesantren modern biasanya menggunakan aplikasi untuk memantau kegiatan dan prestasi anak.
7. Tujuan dan Harapan dari Pendidikan Pesantren
Sebelum mendaftar, pastikan orang tua dan anak punya tujuan yang jelas:
- Apakah untuk pendidikan agama murni, akademik plus agama, atau pembentukan karakter dan kepemimpinan?
- Harapan realistis: pesantren mendidik anak menjadi mandiri, disiplin, dan berakhlak baik, tapi bukan tempat instan untuk menyelesaikan semua masalah.
Kesimpulan
Mengirim anak ke pesantren adalah keputusan besar yang memengaruhi perkembangan spiritual, mental, sosial, dan akademik anak. Dengan memahami kurikulum, kesiapan mental, fasilitas, biaya, sistem pengawasan, dan komunikasi, orang tua bisa membuat keputusan lebih bijak dan memastikan anak nyaman serta sukses di pesantren.

