Garut – Muhadjir Effendy, yang saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Ketua PP Muhammadiyah, serta Ketua Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI), melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Boarding School (MBS) Cibiuk, Kabupaten Garut pada Jumat, 10 April 2026.
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka silaturahmi ba’da Idul Fitri, sekaligus memberikan pembinaan serta dorongan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut. Kehadiran beliau disambut hangat oleh pimpinan pondok, para santri, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Muhadjir Effendy menekankan pentingnya pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) secara profesional. Ia mengingatkan bahwa semangat keikhlasan saja tidak cukup tanpa diiringi dengan tata kelola yang baik dan penuh tanggung jawab.
“Pengelolaan AUM tidak boleh sembarangan. Harus profesional, tidak cukup hanya dengan semangat ikhlas. Ikhlas itu mulia, tapi harus diwujudkan dalam kerja yang serius dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Menurutnya, pesantren sebagai bagian dari AUM memiliki peran strategis tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi umat. Oleh karena itu, integrasi antara pendidikan, kewirausahaan, dan penguatan UMKM menjadi langkah penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain itu, beliau juga mendorong agar para pengelola pesantren dan pelaku UMKM di Garut mampu memanfaatkan peluang ekonomi syariah yang terus berkembang, termasuk akses terhadap pembiayaan melalui lembaga keuangan seperti BSI.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan Islam, organisasi kemasyarakatan, dan sektor ekonomi dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan. Dengan pembinaan yang tepat, UMKM di Garut diharapkan mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen bersama untuk menjadikan pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi umat yang profesional dan berdaya saing.

