Anggota MPR RI Dapil Jabar KI (Kab.Garut,Kab.Tasikmalaya,Kota Tasikmalaya)
di Pondok Pesantren Al-Furqon MBS
Jumat, 14 November 2025
Dalam rangka memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda, Muhammad Haerudin Amin, S.Ag., M.H., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantren Al-Furqon MBS. Acara berlangsung hangat dan penuh antusias, terutama karena peserta sosialisasi adalah para santri tingkat SMA yang dikenal kritis dan aktif berdialog.
Kedatangan Haerudin Amin disambut langsung oleh pimpinan pesantren, para ustadz, serta santri tingkat SMA. Beliau mengawali kegiatan dengan silaturahmi dan perkenalan, menegaskan bahwa pondok pesantren adalah salah satu pilar penting dalam mencetak generasi bangsa yang berakhlak, berilmu, dan cinta tanah air.
Pemahaman Empat Pilar MPR RI untuk Santri
Dalam sesi inti, Haerudin menjelaskan empat pilar kebangsaan:
- Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara
- UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara
- NKRI sebagai Bentuk Negara
- Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara
Beliau menekankan bahwa keempat pilar ini selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam, terutama dalam hal persatuan, keadilan, dan toleransi.
Tanya Jawab: Mengaitkan Pilar Kebangsaan dengan Ayat Al-Qur’an
Acara semakin menarik ketika Pak Haerudin mengajak santri mencari ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan masing-masing pilar. Para santri berlomba mengacungkan tangan untuk menyebutkan ayat yang relevan, seperti:
- QS. Al-Hujurat: 13 tentang kemajemukan dan saling mengenal
- QS. Ali Imran: 103 tentang pentingnya persatuan
- QS. An-Nisa: 58 tentang amanah dan keadilan
- Ayat-ayat lain yang menunjukkan nilai Ketuhanan dan kemanusiaan
Diskusi berlangsung hangat, disertai penjelasan tambahan dari Pak Haerudin tentang keselarasan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Untuk memotivasi para santri, Pak Haerudin memberikan hadiah uang bagi mereka yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat. Suasana aula pesantren pun semakin hidup ketika beberapa santri satu per satu maju ke depan, menjawab pertanyaan, dan menerima penghargaan tersebut.
Langkah ini disambut baik oleh para pengajar karena dapat memotivasi santri untuk lebih aktif belajar, baik ilmu agama maupun wawasan kebangsaan.
Di akhir kegiatan,Pak Haerudin menyampaikan pesan agar para santri terus memperkokoh identitas kebangsaan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Ia menegaskan bahwa santri memiliki peran besar dalam menjaga moderasi, toleransi, dan persatuan Indonesia di masa depan.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan doa bersama serta sesi foto, menandai komitmen bersama untuk terus menjaga nilai kebangsaan yang selaras dengan ajaran Islam.

